NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat dilakukan tahun ini sehingga implementasinya bisa dimulai pada awal 2027.

“CEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Sebab, ia menilai IEU-CEPA menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka peluang akses pasar, meningkatkan perdagangan, serta memperkuat keterlibatan dunia usaha Indonesia dan Uni Eropa, termasuk Jerman.

Di samping itu, Indonesia dan Jerman terus memperkuat hubungan ekonomi dan investasi yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

Pada 2026, hubungan kedua negara ditandai dengan sejumlah kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi, termasuk kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Airlangga mengatakan penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jerman juga dilakukan melalui berbagai mekanisme bilateral, termasuk Joint Economic and Investment Committee, kerja sama industri dan hijau, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Di sektor energi dan teknologi, Indonesia melihat peluang kerja sama dengan Jerman dalam pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.