Dalam forum tersebut, Zainal juga menyampaikan rencana pengembangan Remote/Digital Tower, Satellite-Based Augmentation System (SBAS), dan Transponder Landing System (TLS). Peluang kolaborasi mencakup studi kelayakan, riset, uji coba teknologi, serta pengembangan kompetensi personel.
Zainal mengatakan, Remote/Digital Tower diarahkan untuk mendukung pelayanan di bandara dengan kepadatan lalu lintas rendah. Rencana SBAS mencakup riset karakteristik ionosfer wilayah ekuatorial untuk mendukung peningkatan kinerja navigasi satelit.
Sementara itu, TLS dijajaki sebagai pilihan pendukung pendekatan pendaratan presisi pada bandara dengan kondisi medan atau keterbatasan infrastruktur tertentu.
"Forum ini membuka ruang kolaborasi teknis guna memastikan sistem navigasi nasional selaras dengan perkembangan standar keselamatan penerbangan global," kata Zainal.