Menurut dia, informasi mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang yang disampaikan kepada maskapai maupun penerbang bersumber dari Stasiun Meteorologi Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.

"Apabila ada penerbangan atau pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan, itu merupakan keputusan dari pilot atau penerbang. Kami sebatas memberikan informasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong Ahmad Bisri mengatakan kondisi kabut asap masih memengaruhi jarak pandang di wilayah Sorong.

Ia menjelaskan angin dominan dari arah tenggara membawa asap dari wilayah yang memiliki banyak titik panas menuju Sorong.

"Karena di sana banyak kondisi titik api, otomatis asapnya juga banyak dan bergeser ke arah sini," katanya.

Ahmad menyebutkan jarak pandang terburuk pada Rabu mencapai sekitar 1.000 meter pada pukul 06.05 hingga 07.00 WIT. Sementara pada Kamis pagi, jarak pandang sempat berada pada 1.500 meter sekitar pukul 07.00 WIT.