Tindakan mengabaikan ini merupakan upaya terbaru Trump untuk mendelegitimasi pendahulunya yang kerap ia rendahkan, termasuk di hadapan lebih dari 100 pemimpin dunia pada hari Selasa dalam pertemuan Majelis Umum PBB. Trump tidak pernah mengakui kekalahannya dari Biden dalam pemilihan umum 2020, dan justru secara keliru mengaitkan hasil tersebut dengan kecurangan pemilih.
Sementara itu dilansir Anadolu, Trump dan Xi Jinping melakukan pertemuan bilateral di Gedung Putih pada Kamis. Mereka membahas isu keamanan, perdagangan dan teknologi.
Pertemuan tersebut diawali dengan upacara penyambutan militer yang menampilkan atraksi pesawat pengebom siluman B-2 dan pesawat tempur yang diyakini sebagai jenis F-22, diiringi musik dari korps musik militer serta pengibaran bendera AS dan Tiongkok secara berselang-seling.
Ibu Negara AS Melania Trump dan Ibu Negara Tiongkok Peng Liyuan juga turut bergabung dengan kedua pemimpin tersebut di Ruang Oval.
Setelah pertemuan empat mata mereka, Trump dan Xi bergabung dengan tim masing-masing di Ruang Kabinet Gedung Putih.
Menjelang pembicaraan resmi tersebut, Trump menyatakan, kedua negara "telah berupaya mendorong hubungan perdagangan yang lebih seimbang, termasuk akses pasar baru bagi para petani dan peternak Amerika."