Ia menilai kondisi itulah yang kemudian memicu reaksi dari ajudan gubernur. Dalam insiden yang terekam video dan beredar di media sosial, seorang demonstran perempuan disebut mengalami kontak fisik hingga ponselnya terjatuh
Sudarno mengakui reaksi ajudan bernama Aski tersebut keliru. Menurutnya tindakan fisik terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan meskipun terjadi dalam situasi yang memanas.
"Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, enggak ada yang membenarkan," tuturnya.
Meski begitu, ia memandang insiden dorongan itu perlu dilihat secara objektif. Menurutnya, tindakan ajudan dan situasi yang terjadi saat massa mendekati gubernur sama- sama perlu dievaluasi.
"Kalau bicara salah, kalau mau objektif dan fair, itu salah dua-duanya," katanya.