NADIKABAR.COM — Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi mengapresiasi langkah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam memperkuat ekosistem halal global sekaligus mempersiapkan penerapan kewajiban sertifikasi halal (Wajib Halal) pada Oktober 2026.

Iswadi dalam keterangan di Jakarta, Rabu, menilai kehadiran perwakilan dari 48 negara dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) menunjukkan semakin luasnya ruang kerja sama internasional dalam pengembangan ekosistem halal.

Forum H20 2026 yang digelar pada 18-20 September di Jakarta itu diikuti sekitar 450 peserta dari 48 negara dan membahas, di antaranya penguatan tata kelola halal, harmonisasi standar, pengakuan sertifikasi serta kemudahan perdagangan produk halal lintas negara.

Iswadi menilai perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem halal yang semakin terintegrasi dan inklusif, terutama menjelang penerapan tahapan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026.

Ia juga mendukung langkah BPJPH dalam memastikan status halal produk impor yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia. Menurutnya, pemastian tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada konsumen sekaligus kejelasan bagi pelaku usaha.