"Kita akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menyampaikan situasi sulit yang dihadapi Iran kepada masyarakat Iran. Kita akan menegaskan kepada musuh bahwa, terlepas dari segala ketidakadilan dan kesewenang-wenangan, rakyat Iran tetap teguh pada pendiriannya," ujar Presiden Iran tersebut.
Begitu mendarat di New York nanti, Pezeshkian akan menjadi pejabat Iran dengan jabatan paling tinggi yang menginjakkan kaki di wilayah AS sejak perang Timur Tengah dimulai pada akhir Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap target-target di Iran
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi telah tiba di New York pada Senin (21/9) waktu setempat. Araghchi menjadi pejabat tinggi pertama Iran yang memasuki wilayah AS sejak perang Timur Tengah berkecamuk.
Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa Araghchi berbicara via telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres setelah tiba di AS. Dalam percakapan telepon itu, keduanya saling bertukar pandangan mengenai agenda Sidang Majelis Umum PBB.
"Tujuan terpenting kami adalah memanfaatkan platform internasional yang besar ini untuk membela legitimasi, hak-hak, dan kepentingan rakyat Iran," ujar Araghchi saat berbicara kepada para wartawan Iran.