Kondisi fisik Erik sebelum wafat sangat memprihatinkan. Penyakit tersebut membuat jaringan kulit dan dagingnya mengelupas hingga memperlihatkan tulang di beberapa bagian tubuh. Dalam beberapa bulan terakhir, Erik bahkan sudah tidak mampu berdiri maupun berjalan.
"Sejak beberapa bulan terakhir tidak bisa lagi berdiri, apalagi berjalan. Makanya terpaksa ditandu untuk berobat, melalui jalan yang rusak," kata dia.
Camat Cidaun, Gagan Rusganda, menjelaskan bahwa pihak medis sebenarnya berencana merujuk Erik ke RSHS Bandung. Namun, rencana tersebut terkendala kondisi fisik Erik yang terus merosot, sehingga perjalanan jauh dianggap terlalu berisiko.
"Awalnya kemarin akan dirujuk, tapi kondisinya memburuk. Tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Tapi hingga pagi tadi tidak kunjung membaik dan akhirnya meninggal dunia," kata dia.
Saat ini, pihak kecamatan dan desa telah berkoordinasi untuk memulangkan jenazah Erik ke rumah duka. "Untuk ambulance kami siapkan. Kami anter sampai ke rumah duka," kata dia.