Sementara satu korban lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang diperkirakan berjumlah 600 orang lebih.

Sebagai langkah penanganan cepat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko pengungsian sementara yang menampung sekitar 50 warga.

Sementara itu, sebagian warga terdampak lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sekitar yang rumahnya tidak terdampak bencana banjir bandang tersebut.

Selain itu, dampak banjir bandang juga melumpuhkan sebagian fasilitas pemerintahan. Mahyeldi mengungkapkan terdapat 12 kantor dinas di lingkungan Pemkab Solok yang mengalami rusak berat, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Ada 12 kantor dinas yang rusak berat dan berpotensi mengganggu pelayanan. Kami sedang mencarikan solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti,” tuturnya.