Untuk menuju air terjun, wisatawan dapat menempuhnya dengan trekking di alam bebas. Kawasan ini juga memiliki area perkebunan yang luas, seperti perkebunan lemon, kopi, dan jambu. Di sini, traveler bisa menikmati wisata petik buah langsung didampingi oleh pengelola Centhung Blumbang.
Di area Campground Centhung Blumbang, traveler mendapatkan sejumlah fasilitas seperti area camping, kamar mandi, toilet, kantin, gazebo, musala, hingga ban untuk berenang.
Traveler tak perlu khawatir kehabisan baterai karena disediakan colokan listrik di area camping. Centhung Blumbang menyediakan dua tempat parkir. Di tempat parkir atas, wisatawan bisa mengakses dengan mudah baik menggunakan mobil maupun motor. Kemudian, area parkir bawah hanya bisa diakses oleh motor karena jalannya sempit dan curam.
Pemilik lahan Centhung Blumbang, Edi Sukatno, menjelaskan bahwa jam operasional destinasi ini adalah 24 jam setiap harinya. Traveler bisa mengunjungi area Centhung Blumbang sewaktu-waktu karena wilayah ini dijaga oleh warga lokal.
"Untuk tiket masuk, kita menarik uang kebersihan, dikenakan per orang Rp10.000, parkir gratis dan fasilitas seperti listrik, toilet, dan musala juga ada," kata Edi Sukatno kepada NadiKabar, Minggu (30/8/2026).