“Awalnya tuh aku kira kalau horor oke nanti mungkin urusan scoring-nya segala macam, tapi kayak Mas Rizal beneran ngajarin kalau tensi ketakutannya tuh emang harus di-building dari pengambilan syutingnya. Kayak kita melangkahkan kakinya aja udah harus building tension dan ternyata menurut aku itu cukup tantangan yang baru sih,” tutur Denisha.

Aktor Fadi Alaydrus mengaku memerankan Wira dalam film harus menggunakan logat Betawi Ngapak yang dinilainya membedakan karakter-karakter yang pernah dimainkannya sebelumnya.

“Kalau tantangan aku di sini lebih di scene fight battle, terus juga juga sama bahasa ngapak yang harus aku bikin konsisten selama syuting,” kata Fadi.

Selain persoalan logat, Fadi juga mengatakan tantangan membintangi film horor tersebut dalam menjalani adegan pertarungan yang cukup intens yang harus menjaga stamina.

“Terus juga gimana caranya buat ngejaga stamina sepanjang take di saat scene akhir, karena scene akhir itu lumayan panjang juga dan baru kali ini aku syuting yang dibikin emang proper banget gitu kalau misalkan ada shot per shot-nya juga itu. Terus juga keep up sama pace-nya kameramen, pace-nya lawan main, itu juga menjadi tantangan buat aku di project ini,” imbuh dia.