"Momen itu bahkan tercatat dari berbagai buku. Bahkan perlawanan pejuang di Cisokan Ciranjang tersebut membuat Inggris dan pasukannya menganggap Jalur Cianjur sebagai jalur neraka atau jalur kematian," kata dia.

Tetapi, lagi-lagi momen bersejarah mempertahankan kemerdekaan itu tak tercatat di buku sejarah, baik di tingkat lokal ataupun nasional.

"Padahal aksi tersebut berdampak bagi perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Ini rangkaian yang tidak boleh dilupakan. Perjuangan tidak hanya terjadi di kota besar, tapi Cianjur pun terjadi perjuangan yang heroik. Makanya saya juga mendesak sejarah ini dicatat oleh nasional," tegas dia.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho mengatakan terkait aksi heroik 67 polisi, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membangun monumen sebagai pengingat dan penghargaan.

"Keluarganya akan kami telusuri dan beri apresiasi. Dan, akan kami bangunkan monumen agar jasa mereka terus diingat. Bahkan rencananya kami akan jadikan buku sejarah Polri di Cianjur," kata dia.