"Setahun yang lalu, di ruangan ini, sekitar belasan negara telah mengakui Palestina. Saya mendengar sinisme sebagian orang 'pengakuan hanyalah selembar kertas, lihatlah kenyataannya,'" ujar Macron sembari memukul podium dengan kepalan tangannya dalam pidato terakhirnya di PBB.

"Namun, kredibilitas apa yang kita miliki jika kita terus berdiam diri menghadapi situasi di Gaza? Ada pihak yang membanggakan perdamaian semu. Padahal, perdamaian itu tidak membuka kembali akses kemanusiaan barang sedetik pun. Apakah kita hanya akan berdiam diri menyaksikan tontonan yang seharusnya membuat kita semua merasa malu?" lanjut dia.

Menanggapi kritik Macron, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan Trump lah yang mengakhiri perang Israel dan Hamas. Selain itu, dia mengklaim Trump juga yang memulangkan sandera hingga jenazah yang meninggal karena perang.