Dia dijadwalkan hadir dalam persidangan di pengadilan federal AS pada Senin (5/10) waktu setempat untuk sidang pendahuluan.

Kantor kepresidenan Taiwan memberikan reaksi keras terhadap penangkapan seorang wanita diduga mata-mata China, yang dituduh mengintai putra presiden negara tersebut. Otoritas Taipei menyebut tindakan semacam itu sebagai "tindakan biadab", dan merupakan kasus "penindasan transnasional".

"Perilaku semacam itu tidak boleh ditoleransi di dunia yang beradab," tegas juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Karen Kuo, dalam pernyataannya.

Otoritas Taiwan berterima kasih kepada otoritas hukum AS atas "bantuan dan perlindungan mereka terhadap warga negara kami".