Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, ada debt collector yang sempat mengambil senpi karena dimassa warga.
"Itu debt collector-nya mengambil senpi dari tas karena nggak tahan dengan massa. Iya, senpi," pungkasnya.
Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Fandi Setiawan mengatakan korban dan beberapa debt collector itu telah dibawa ke Polsek Medan Baru untuk diinterogasi. Fandi mengatakan debt collector itu memang sempat dimassa warga.
Selain itu, motor yang digunakan debt collector juga dirusak. Pihak kepolisian pun memeriksa senjata yang dibawa debt collector apakah senpi atau tidak. Hasil pemeriksaan, senjata itu ternyata mainan.
"Iya (mainan), bukan asli," kata Fandi saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (3/9).
Fandi memerinci debt collector yang membawa pistol mainan itu berinisial SS (36). Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata itu biasa dibawa pelaku untuk jaga diri.
Pada saat kejadian, pelaku mengeluarkan pistol mainan itu karena panik usai dipukuli dan motornya dirusak warga.
Namun, dalam kasus ini, polisi menahan SS bukan karena pistol mainan itu, melainkan karena kedapatan membawa pisau di sepeda motornya. Sementara terkait permasalahan tim redaksi korban dan pihak debt collector itu akan diselesaikan secara mandiri oleh kedua belah pihak.
"Kami kenakan UU Darurat. (Pisau) ditemukan di motornya," sebutnya.