Said Didu, yang ikut hadir dalam aksi tersebut, menyatakan dirinya mendorong Presiden Prabowo Subianto bersih-bersih pemerintahan. Dia mengatakan Prabowo merupakan presiden yang pemberani.
"Bagi yang masih ada di sekitar Istana, yang menjadi penghubung mereka, saya berharap kalian bertobat, dan meninggalkan Istana sekitar Istana, dan sekitar Presiden," ujarnya.
Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung mengatakan Presiden akan terbebani Wakil yang sudah tidak memenuhi syarat lagi. Dia berharap masalah ini segera selesai.
"Dan kalau bisa minggu depan sudah selesai ketika reses DPR sudah selesai. Karena tidak perlu proses yang berbelit-belit," ujarnya.
Bachtiar Nasir kemudian membacakan tuntutan aksi tersebut. Dia mengatakan saat ini ada aksi yang mengancam keutuhan dan kepemimpinan Indonesia.
"Rakyat bersatu membela Indonesia karena sekarang ada yang sedang mengancam keutuhan dan kepemimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lawan atau biarkan? Tumpas atau biarkan? Mereka pengkhianat atau bukan? Sudah jadi teroris atau tidak? Takbir!" ujarnya.
Dia juga menuntut agar putusan MK dan MA terkait syarat pendidikan Gibran ditindaklanjuti. Dia mengatakan hukum harus dijalankan.