Kala itu, BP Haji belum memiliki struktur organisasi, kantor, maupun jajaran staf administrasi.
Ia pun mengaku pada awal pembentukannya, tidak ada yang membantu BP Haji secara sukarela sejak awal.
"Akhirnya salah duanya itu adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal, karena saya juga enggak ada yang membantu. Karena Badan Penyelenggara Haji itu hanya dua orang, yaitu Pak Menteri dan saya. Waktu itu mereka enggak bergaji," ujar dia.
Terpisah, Menhaj Gus Irfan juga telah memberikan klarifikasi terkait polemik pengangkatan keluarganya ini.
Menhaj mengungkap peran anak-anaknya beserta sejumlah santri dalam membantu proses pembentukan lembaga Badan Penyelenggara Haji secara cuma-cuma selama tiga hingga empat bulan.
Seiring berkembangnya kelembagaan menjadi kementerian, beberapa di antaranya yang dinilai berintegritas dan memiliki kompetensi pun diangkat menjadi tenaga ahli.
Meski begitu, menyikapi respons publik yang berkembang pesat dalam beberapa hari terakhir, kedua anak Menhaj akhirnya memilih melepaskan jabatan tersebut.