Menurut dia, persepsi nyeri di otak dipicu oleh sinyal biologis dari organ tubuh yang juga turut dipengaruhi oleh kondisi psikologis, beban pikiran, gejolak emosi, interaksi sosial, hingga rutinitas harian. Hal inilah yang membuat ambang kepekaan saraf setiap individu berbeda-beda.

Terkait penanganannya, Hunt menyarankan sejumlah pendekatan berbasis psikologis untuk meredakan nyeri kronis. Salah satunya melalui Pain Reprocessing Therapy (terapi pemrosesan ulang nyeri), yang dirancang untuk melatih kembali cara otak memandang sensasi fisik dan meyakinkan tubuh bahwa kondisi tersebut sudah tidak lagi berbahaya.

Pendekatan lain yang dianjurkan adalah latihan mindfulness (kesadaran penuh). Metode ini melatih pasien untuk mengamati sensasi fisik dan emosi secara netral tanpa langsung memberikam vonis sebagai tanda bahaya.