Supriyanto mengungkapkan alasan mengapa ide menyampaikan pengumuman menggunakan suara Jokowi dan Prabowo itu karena menurutnya kalau suara cepat didengar sedangkan tulisan kerap tidak diperhatikan.

"Kalau suara kan cepat didengar, karena kasihan kalau sudah mengantre ternyata baru tahu kalau Pertalite-nya habis," ungkapnya.

Namun karena teguran, pengumuman dengan rekaman suara mirip Jokowi dan Prabowo yang dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) itu dihilangkan. Pihak SPBU kini kembali menggunakan papan tulisan untuk mengumumkan ketersediaan stok BBM.

"Sudah kita ganti, dengan membuat papan tulisan. Sudah kita buat, nanti kalau Pertalite dalam kondisi habis, kami pasang agar masyarakat tahu," ujarnya.

Ia menjelaskan jika rekaman suara itu sempat diputar pada Rabu (2/9). Rekaman suara itu diputar terutama ketika kondisi stok Pertalite habis dan tengah menunggu pengiriman dari Pertamina.