NADIKABAR.COM — Komisaris Independen PT PLN (Persero) Ali Masykur Musa menegaskan bahwa PLN perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memastikan pengembangan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berjalan seimbang dengan pertumbuhan kendaraan listrik.
"Pertumbuhan kendaraan listrik harus terus dipantau dan diperhitungkan dengan baik agar pengembangan SPKLU dapat disiapkan secara seimbang dengan kebutuhan masyarakat," ujar Ali Masykur Musa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga memerlukan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi serta mengurangi emisi dari sektor transportasi.
"Ekosistem kendaraan listrik harus terus diperkuat, termasuk kebijakan dan kesiapan infrastrukturnya," ujarnya.
PLN, kata Ali Masykur pula, harus mampu memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat semakin yakin menggunakan kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Sebelumnya, Komisaris Independen PT PLN Ali Masykur Musa melakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Cambridge, Medan, Sabtu (31/10), dan berbincang langsung dengan salah seorang pelanggan yang tengah mengisi daya mobil listriknya.
Percakapan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman pelanggan, sekaligus memastikan fasilitas pengisian daya PLN mampu memberikan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik.
Pada kesempatan itu, Ali Masykur Musa turut mengajak masyarakat untuk semakin terbuka terhadap penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi yang lebih bersih.
"Saya mengajak masyarakat luas untuk menggunakan kendaraan listrik. Mari bersama-sama kita dorong transportasi yang lebih ramah lingkungan menuju Indonesia yang semakin bersih dan bebas dari polusi kendaraan," katanya pula.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara Rizky Mochamad menyampaikan bahwa jumlah kendaraan listrik di Sumatera Utara saat ini telah mencapai sekitar 9.800 unit.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian PLN dalam mempersiapkan infrastruktur pengisian daya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
"Pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara menjadi perkembangan positif yang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur," ujarnya.
PLN, kata Rizky lagi, terus berupaya menghadirkan layanan pengisian daya yang mudah diakses, andal, aman, dan nyaman, sehingga masyarakat semakin percaya diri menggunakan kendaraan listrik.
Menurut dia pengembangan layanan SPKLU dilakukan dengan mempertimbangkan persebaran kendaraan listrik, kebutuhan perjalanan antarkota, serta potensi pertumbuhan pengguna di kawasan perkotaan maupun destinasi wisata.
Dia menambahkan pengalaman langsung pelanggan juga menjadi masukan penting bagi PLN untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan pengisian daya.
Rizky menyatakan pengembangan ekosistem kendaraan listrik bukan hanya tentang menambah jumlah SPKLU, tetapi juga memastikan setiap fasilitas memberikan manfaat dan pengalaman pelayanan yang baik bagi pelanggan.
"Kami ingin pengguna kendaraan listrik merasa tenang dan nyaman dalam setiap perjalanan," katanya lagi.
Melalui pengembangan infrastruktur SPKLU yang terencana dan peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, BUMN listrik tersebut berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan masa depan transportasi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.