Sementara itu, Presiden ALNAFT mengusulkan suatu pertemuan khusus dengan mitra energi Indonesia agar mereka dapat memaparkan secara langsung potensi migas Aljazair, peluang investasi, serta regulasi yang berlaku, kata Yusron.
Dia pun berharap agar perusahaan energi Indonesia dapat semakin mempertimbangkan peluang investasi yang luas di Aljazair, serta KBRI Alger senantiasa siap menjembatani para pihak dari kedua negara.
"Hubungan antarnegara bukan hanya tentang membangun kepercayaan, tetapi juga membuka peluang, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat kedua bangsa," ujar Yusron.
Selain migas, peluang kerja sama juga terbuka pada sektor sumber daya strategis lainnya, seperti fosfat. Terlebih, Aljazair memiliki cadangan fosfat nasional dengan nilai total diperkirakan mencapai 2,2 miliar ton.