NADIKABAR.COM — Ketua Alumni Ponpes Manbaul Hikam (Almahika) Nahwan Mas'udi mengaku kecewa terhadap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Kekecewaan itu menyusul kejadian keracunan massal makanan bergizi gratis (MBG) dengan korban ratusan santri.
Nahwan menyampaikan hal itu setelah kunjungan tim pemerintah pusat yang terdiri dari Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), serta Staf Kepresidenan berkunjung ke Ponpes Manbaul Hikam.
"Kami tentu sangat kecewa dengan pihak SPPG. SOP itu sebenarnya sudah ada dan lengkap, mulai dari penerimaan bahan baku, pemeriksaan kualitas, proses memasak sampai pendistribusian. Yang menjadi persoalan adalah apakah SOP itu benar-benar dijalankan?" Kata Nahwan Mas'udi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan Tim BGN, jumlah santri yang terdampak di Sidoarjo mencapai 748 orang. Dari total 748 santri terdampak itu sebagian besar telah pulang. Sebanyak 22 orang sebelumnya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan dan disebut dalam kondisi membaik.
Sementara berdasarkan update pasien pada Kamis (10/9/2026) pukul 05.30 WIB, ternyata ada 117 pasien yang tercatat dapat penanganan di enam rumah sakit. Rinciannya, 110 pasien sudah diperbolehkan pulang dan tujuh pasien masih menjalani rawat inap.
Di RSUD RT Notopuro terdapat 34 pasien dan seluruhnya sudah pulang. Kemudian RS Siti Hajar menangani 44 pasien, dengan lima masih menjalani rawat inap dan 39 sudah pulang. Selanjutnya RS Pusura Candi menangani 13 pasien dan seluruhnya sudah pulang. RS DKT menangani tujuh pasien dan seluruhnya sudah pulang.