NADIKABAR.COM — Pemkot Bandung sedang membidik lahan di kawasan Gedebage untuk disulap menjadi area penanganan sampah. Di lahan tersebut nantinya disiapkan mesin pengolah dengan konsep Solid Recovered Fuel (SRF), yang diklaim lebih canggih dibanding Refuse Derived Fuel (RDF).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana ini bakal dikerjasamakan dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), BRIN hingga Danantara. Berdasarkan informasi yang dia terima, mesin pengolah tersebut bisa menangani sampah di Kota Bandung hingga 300 ton.

"Nah, yang kita coba ini yang bersama dengan Kemenristek dan Danantara adalah peningkatan kapasitas pengelolaan sampah maggot yang di Gedebage menjadi pengelolaan sampah SRF. SRF itu bentuk lebih canggih dari RDF, itu bisa sekaligus 300 ton di satu wilayah," kata Farhan dikutip Minggu (30/8/2026).

Farhan menyadari, rencana ini bakal menemui tantangan di lapangan. Setelah menyiapkan lahan, Pemkot Bandung perlu menangani terlebih dahulu lahan tersebut supaya memenuhi syarat untuk keperluan proyek SRF Gedebage.

Kemudian, Pemkot Bandung juga belum mendapat gambaran secara rinci mengenai proyeksi program ini. Jika gambaran tersebut sudah diperoleh, Pemkot bisa memetakan mana saja sampah yang bisa diolah.

"Dari gambar itu kita akan dapat gambaran tentang seberapa banyak sampah yang dibutuhkan, organik atau non-organik. Apakah di situ boleh juga ada tempat pemilahan, karena kalau memang jadi tempat pemilahan juga, sekalian kita akan jadikan pemilahan untuk sampah yang bisa diangkut ke Legok Nangka," ungkapnya.

Kemudian, Farhan juga mengantisipasi munculnya masalah sosial di lapangan. Sebab ia menyadari, saat proyek SRF Gedebage berjalan, maka bakal timbul keluhan, terutama dari bau menyengat saat area itu difungsikan.

"Pertanyaannya tentu adalah sampah seperti apa yang dibutuhkan, seberapa banyak per hari yang dikirim di sana. Dan kalau itu sudah ketahuan, kita akan tahu jalur pengangkutannya datang dari mana saja," katanya.

"Itu sebabnya kami sedang menyiapkan sebuah proposal kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk bisa membantu kami menyediakan kendaraan khusus pengangkutan sampah, sehingga tidak mengganggu masyarakat yang akan dilewati di seputaran Cisaranten sampai ke Cinambo, sampai ke Rancanumpang dan sampai ke Gedebage," pungkasnya.