Luky masih mendata jumlah siswa yang dirawat inap di rumah sakit. Menurutnya, para siswa sebelumnya bergejala mual, diare, pusing dan lemas.

"Laporan dari sekolah bergejala lebih dari 100. Kalau dirawat di rumah sakit masih didata. Kondisi, bergejala mual, diare, pusing, lemes dan itu," terang dia.

Diketahui, ratusan siswa dari dua sekolah di Pati menjadi korban keracunan MBG. Di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare. Kemudian di MTs Negeri 3 Pati ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.

"Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," kata Luky.