NADIKABAR.COM — American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) mendorong penguatan kepastian kebijakan untuk menjaga kepercayaan investor Amerika Serikat (AS) dan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.

Vice Chair Board of Governors AmCham Indonesia Mira Arifin dalam dalam The 14th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa, menilai Indonesia telah memiliki basis ekonomi yang cukup kuat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, risiko yang muncul dari perubahan kebijakan dinilai perlu ditekan agar kepercayaan investor tetap terjaga.

“Perspektifnya adalah kepercayaan. Indonesia sudah memiliki basis yang sangat baik. Beberapa tahun pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) lebih dari 5 persen dan berlanjut. Ini penting untuk menjaga pertumbuhan, kesejahteraan, dan kepercayaan,” ujar Mira.

Ia menambahkan, pemerintah perlu mengurangi risiko yang berkaitan dengan perubahan kebijakan agar proses investasi menjadi lebih mudah bagi pelaku usaha.

“Banyak investasi dari Amerika yang tertarik dengan Indonesia, jadi bagaimana kita membuatnya lebih mudah,” katanya menambahkan.

AmCham menilai Indonesia masih memiliki sejumlah faktor yang menarik bagi perusahaan AS, termasuk besarnya pasar domestik dan pertumbuhan populasi muda.

Menurut AmCham, berbagai tantangan dan hambatan investasi tetap dihadapi perusahaan asing, termasuk perusahaan dari AS. Namun, besarnya peluang di Indonesia dinilai membuat investor tetap memiliki minat untuk menanamkan modal.

AmCham juga mendorong terciptanya hubungan investasi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Yang kita harapkan adalah win-win. Investor bisa berinvestasi di Indonesia dengan baik dan juga memberikan sumbangan terhadap growth di Indonesia,” ujarnya.

Selain kepastian kebijakan, AmCham menilai penyelesaian Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-AS juga dapat membantu memperkuat iklim investasi.

Managing Director AmCham Donna Priadi mengatakan sejumlah poin dalam ART selama ini memang menjadi perhatian pelaku usaha Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia.

Menurut dia, implementasi ART diharapkan dapat memberikan tambahan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus memperbaiki iklim investasi bagi perusahaan-perusahaan AS di Indonesia.