"Kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernafas karena alam dibakar, untuk yang sulit bernafas karena kebijakan tidak berpihak kepada kita semua, dan untuk yang masih diadu domba," ujar Hindia.

Satire soal kondisi lingkungan juga disampaikan Idgitaf saat meraih penghargaan Album Terbaik Terbaik berkat album Berusaha di Bawah Hujan dan Video Lirik Favorit persembahan YouTube berkat lagu Sedia Aku Sebelum Hujan.

"Berbicara tentang hujan, di luar sana ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir, dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan dan lainnya," ujar Idgitaf.

"Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas," sambungnya.

Sementara itu, Perunggu dan Kunto Aji turut mengingatkan pentingnya solidaritas dan suara masyarakat meski tidak secara langsung menyinggung kebakaran hutan.

Vokalis Perunggu, Maul Ibrahim, menyampaikan pesan tersebut saat menerima penghargaan Duo/Grup Pop Terbaik berkat lagu Pikiran Yang Matang.