NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendorong Indonesia mengoptimalkan peran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengembalikan rencana ratifikasi Statuta Roma ke dalam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) untuk memperkuat dukungan konkret bagi Palestina.

Usman menilai Indonesia masih dapat mengoptimalkan berbagai mekanisme internasional untuk menghadapi genosida di Gaza, antara lain melalui Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, perjanjian internasional, serta prosedur khusus di bawah Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

“Misalnya, pelapor khusus yang sekarang ini seperti Francesca (Albanese) di bawah Dewan HAM PBB yang diketuai oleh Indonesia. Jadi, seharusnya Indonesia mengoptimalkan kepemimpinannya di Dewan HAM PBB,” ujar Usman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (21/10).

Ia menambahkan, Indonesia juga dapat mengoptimalkan perannya di Majelis Umum PBB untuk mendorong langkah-langkah yang lebih konkret dalam mendukung rakyat Palestina.

Selain itu, Usman mendorong pemerintah memasukkan kembali rencana ratifikasi Statuta Roma ke dalam RANHAM. Menurut dia, tanpa ratifikasi tersebut, Indonesia akan kesulitan memberikan dukungan penuh kepada Palestina melalui mekanisme hukum internasional.

Usman menjelaskan bahwa rencana ratifikasi Statuta Roma sempat tercantum dalam empat RANHAM sebelumnya, tetapi tidak lagi masuk dalam daftar pada RANHAM kelima.

"Tanpa itu, komitmen Indonesia untuk mendukung Palestina hanya bersifat simbolik, hanya bersifat retorik tanpa bisa mengubah secara konkret seperti yang dilakukan Afrika Selatan melalui International Court of Justice,” tambah Usman.

Usman juga menilai Indonesia masih memiliki kesempatan untuk keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menurut dia, pembentukan dewan tersebut sejak awal merupakan langkah yang keliru.

“Saya setuju, kami setuju bahwa sedari awal Board of Peace adalah kesalahan. Sedari awal itu seharusnya tidak terjadi,” kata Usman menambahkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Usman setelah acara bertema “Mendukung perlawanan orang Palestina di tengah genosida” bersama Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, di Jakarta.

Menurut Usman, Dewan Perdamaian dikendalikan oleh Amerika Serikat, yang dinilainya sepenuhnya mendukung Israel dan operasi militernya yang telah menewaskan banyak warga sipil Palestina, termasuk di Gaza.