Motor listrik off-road berhadapan dengan tiga tantangan utama, yakni bobot baterai yang berat, tenaga yang kurang memadai, dan waktu pengisian baterai yang lama. Untuk menjawab tantangan tersebut, Ampace mengadaptasi teknologi baterai litium untuk drone ke segmen kendaraan roda dua. Dalam pameran ini, perusahaan menampilkan sel baterai silinder 21700 JP50 dan EP65 untuk motor off-road, serta baterai berbentuk kantong (pouch) dengan densitas energi tinggi yang dikembangkan sesuai kebutuhan khusus. Ampace memadukan katoda nikel ultra-tinggi seri 9 dengan anoda silikon-karbon untuk menghasilkan performa tinggi sekaligus menjaga usia pakai baterai. Desain tabless yang dikembangkan Ampace mampu memangkas hambatan internal hingga 80% dan meningkatkan kinerja termal saat baterai mengalirkan arus tinggi. Daya yang dihasilkan tetap stabil saat kendaraan menanjak, melaju dengan kecepatan tinggi, maupun menghadapi perubahan suhu ekstrem, tanpa penurunan performa yang berarti. JP50 mendukung pengisian cepat dengan laju di atas 3C. Kedua jenis sel baterai tersebut juga memenuhi kebutuhan sepeda listrik di Eropa, mulai dari kapasitas untuk perjalanan jarak jauh dan pengisian cepat hingga penggunaan sehari-hari dan rekreasi. Dalam pengujian, sebuah motor off-road yang menggunakan paket baterai Ampace 7460 tetap beroperasi normal setelah terendam selama 24 jam di kedalaman tiga meter.
Penukaran Baterai di Pasar Global: Teruji dalam Berbagai Kondisi