Fadia juga mengaku terkejut ketika melihat hasil voting. Jumlah suara yang diterimanya bahkan melebihi jumlah pemain putri dalam skuad.

"Di grup itu kan campuran, ada tim putra dan tim putri. Pas saya lihat hasil votingnya kaget juga kok ada 15 suara padahal tim putri hanya 10 orang, ternyata yang pemain-pemain cowok dan pelatih juga voting untuk saya," Fadia menambahkan.

Amri sempat merasa sungkan menerima tugas tersebut. Apalagi, di dalam skuad terdapat sejumlah pemain senior seperti Jonatan Christie dan Fajar Alfian.

Namun, rasa canggung itu perlahan hilang setelah para pemain semakin sering berkumpul bersama.

"Awalnya memang agak gugup, agak tidak enak tapi lama-lama sudah di sini kami sering bareng, jalan dan makan bareng ternyata suasananya semua cair. Bonding di tim juga cukup baik," Amri mengungkapkan.