"Fasilitas ini sangat membantu untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk operasi ketika rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan yang lain terdampak gempa ataupun tidak dapat digunakan," katanya.
Ia berharap kondisi anak tersebut segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas yang disukainya.
"Semoga adik ini nanti bisa sehat kembali dan bisa menjadi pelari ulung karena dia adalah seorang anak yang suka berlari," tutur dr Basuki.
Ketua Tim EMT Komposit Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Ruteng Kabupaten Manggarai, dr Franky Rumondor, mengatakan pembangunan fasilitas dilakukan selama hampir 30 jam.
"Kami membangun rumah sakit lapangan itu selama kurang lebih hampir 30 jam dini hari dengan kondisi cuaca yang dingin dan dengan 13 personel yang membangun rumah sakit lapangan ini," beber dr Franky.