NADIKABAR.COM — Satpol PP Kota Mataram menemukan adanya indikasi perekrutan anak di bawah umur untuk bergabung ke dalam sebuah kelompok atau geng tertentu. Setelah perekrutan, mereka akan diajak melakukan aktivitas menyimpang, seperti membawa senjata tajam (sajam) dan kebut-kebutan di jalan raya.

Seperti diketahui, video sekelompok anak muda memamerkan senjata tajam (sajam) berukuran 1 meter lebih dan berkata-kata kotor viral di sosial media (sosmed) pekan lalu. Akibat aksi menyimpang tersebut, banyak warga Mataram ketakutan dan cemas untuk beraktivitas, khususnya saat malam hari.

"Yang menjadi perhatian kita, bagaimana dia (ketua geng) merekrut anak-anak di bawah umur yang sesungguhnya tidak tahu-menahu tentang aktivitas ini, lalu ditarik menjadi anggota," kata Kasatpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi, saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).

Irwan menuturkan anak-anak di bawah umur yang direkrut ke dalam geng tersebut didominasi berasal dari wilayah Mataram, dan sebagian berasal dari Lombok Barat. Kelompok tersebut kerap memanfaatkan waktu-waktu tertentu seperti tengah malam saat situasi sepi untuk beraksi di pinggiran kota.

"Saya sudah koordinasi sama Pak Kadisdik, untuk melakukan pembinaan pengawasan terhadap anak-anak sekolah di bawah umur," ujarnya.