Para pelatih menerapkan metode pelatihan yang menyenangkan dengan mengutamakan kenyamanan anak-anak saat berkumpul dan menari bersama di sanggar, lalu memvisualisasikan reaksi anak-anak selama diskusi tentang karhutla dan bencana kabut asap itu ke dalam naskah drama melalui gambaran hutan hijau dan hutan gersang.

"Fokus komunikasi dari pementasan seni budaya ini tetap berada pada sudut pandang anak-anak," kata Ryan.

Menurut Ryan, ketertarikan anak-anak terhadap gerakan tari juga mempermudah pelatihan dan pemilihan karakter yang akan diperankan oleh anak-anak seperti Kijang, Semut, Kera hingga tokoh kupu-kupu biru bernama Lumi yang diperankan oleh Zeynep Zafria Ardi.

Pementasan turut menampilkan lakon cilik seperti Rarimpi yang diperankan Jasmina Budiani, Rarampa atau Cenik oleh Gisela Dahayu Locita Jati.