Menurutnya, risiko anak lebih tinggi mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya yang masih berkembang dan belum memiliki pengalaman terpapar oleh berbagai virus. Tubuh anak juga cenderung berukuran lebih kecil, sehingga lebih mudah menghirup virus atau partikel yang berterbangan di udara.
Anak yang sudah terinfeksi influenza juga dapat menyebarkan virus dalam waktu lebih lama. Dokter lulusan Universitas Padjajaran itu menyampaikan kondisi serupa dapat terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu (immunocompromised).
Anggraini yang juga menjabat sebagai Ketua IDAI Cabang Jawa Barat itu selanjutnya menyebut sekitar 5 persen anak yang mengalami influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Kemudian, sekitar 80 persen pasien berusia di bawah 2 tahun, dengan separuhnya merupakan bayi berusia kurang dari enam bulan.