"Kalau orang-orang tua sih pasti ya, kalau lihat digital atau teknologi baru itu pasti pusing. Tapi kan kita harus mengikuti zaman juga," kata Nur.

Ke depan, ia berharap KARSA bisa berkembang menyerupai mobile banking lokal desa yang terintegrasi dengan transaksi minimarket koperasi hingga portal informasi desa.

QRIS, Layanan PPOB, dan Akses Bansos

Selain aplikasi anggota, KDMP Wonokerto juga mulai menggunakan sejumlah layanan digital untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya pembayaran melalui QRIS yang digunakan dalam transaksi di minimarket dan gerai sarana produksi pertanian atau Saprodi.

Pengurus koperasi bekerja sama dengan sejumlah bank, seperti BNI, BRI, dan Mandiri. Adapun QRIS yang paling sering digunakan dalam transaksi koperasi berasal dari BRI.

Layanan digital koperasi juga mencakup Payment Point Online Bank (PPOB) serta membantu masyarakat mengakses layanan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Mandiri fokus di PPOB-nya dan bansos, PKH, BPNT, bisa juga melalui Koperasi Desa Wonokerto. Jadi memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses bantuan di situ," kata Yusril.

Dengan layanan tersebut, koperasi tidak hanya menjadi tempat berbelanja atau menyimpan simpanan anggota, tetapi juga menjadi salah satu titik pelayanan bagi kebutuhan administrasi pembayaran dan akses bantuan sosial masyarakat desa.

Pengelolaan minimarket KDMP Wonokerto juga mulai menggunakan sistem ritel modern. Sistem kasir E-POS 5 digunakan untuk memantau pergerakan stok secara real-time, sehingga pengurus dapat mengetahui ketersediaan barang dan aktivitas penjualan.

Pengawasan stok dilakukan melalui stok opname total setiap enam bulan. Pada saat proses tersebut, minimarket ditutup selama satu hari agar seluruh karyawan dapat menghitung stok fisik dan mencocokkannya dengan data sistem.

Untuk barang yang cepat terjual atau memiliki nilai tinggi, seperti rokok dan produk kemasan kecil, pengecekan dilakukan lebih rutin, yakni sebulan sekali. Jika ada barang yang dicari konsumen tetapi stoknya kosong, kasir mencatat kebutuhan tersebut untuk ditindaklanjuti melalui pemesanan ulang. Catatan itu juga telah terhubung dengan layanan pengaduan melalui WhatsApp.

Sistem modern tidak hanya digunakan untuk mengelola stok. Penataan barang di dalam minimarket juga disesuaikan dengan nilai dan tingkat risikonya. Produk bernilai tinggi ditempatkan di sekitar kasir agar lebih mudah dipantau, sedangkan barang besar dan berat, seperti semen serta air mineral, diletakkan di area terbuka.

Dari sisi penjualan, omzet minimarket disebut berada di kisaran Rp 5 juta-Rp 7 juta per hari. Ketika ada promosi barang bersubsidi, seperti Minyakita, omzet harian bahkan dapat menembus lebih dari Rp 10 juta.

Angka tersebut menjadi salah satu alasan pengurus membantah anggapan bahwa aktivitas koperasi desa hanya menghasilkan omzet kecil. Secara kumulatif, omzet dua unit usaha KDMP Wonokerto, yakni gerai sembako dan sarana produksi pertanian, berada di kisaran Rp 200 juta hingga Rp 260 juta per bulan.

Keuntungan Anggota Koperasi: Poin Belanja hingga Berpeluang Dapat Hadiah