NADIKABAR.COM — Induk dan anak orangutan bernama Raya dan Rayu dievakuasi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi induk orangutan betina yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, bersama Rayu yang diperkirakan baru berusia satu tahun, masih tergolong baik.

"Setelah kami melakukan evakuasi, evaluasi dan observasi, alhamdulillah kondisinya masih terlihat baik," kata Dokter hewan Orangutan Foundation International (OFI), drh Ichlasul Khaerul, dikutip detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).

Keduanya memang sempat terpapar asap karhutla. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, paparan tersebut belum menunjukkan dampak yang tergolong parah. Menurut Ichlasul, jika paparan asap sudah dalam kondisi berat, orang utan biasanya akan menunjukkan gejala seperti lemas, tidak responsif atau hanya berbaring di sarangnya.

"Aktivitas kedua orang utan menjadi salah satu indikatornya. Saat proses evakuasi dan pembiusan dilakukan, keduanya masih memberikan respons," katanya.