"Polisi bukan hanya hadir untuk masyarakat, tetapi bekerja bersama masyarakat. Artinya keamanan tidak mungkin hanya dibebankan kepada polisi. Ada masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen lain yang semuanya punya peran," katanya.
Simon menilai tantangan kepemimpinan Polri ke depan bukan hanya memperkuat penegakan hukum, melainkan juga memastikan masyarakat merasakan pelayanan kepolisian yang cepat, adil, transparan, dan mudah diakses.
Dalam konteks tersebut, ia mengaitkan gagasan "Polisi Bersama Masyarakat" dengan konsep "Sabuk Kamtibmas" yang menempatkan keamanan sebagai ekosistem bersama.
Menurut dia, keamanan tidak cukup dibangun melalui pendekatan yang hanya mengandalkan aparat, tetapi juga perlu diperkuat dengan partisipasi masyarakat dan berbagai simpul sosial.
"Sabuk Kamtibmas itu melihat keamanan sebagai sesuatu yang berlapis. Polisi tetap menjadi institusi yang punya kewenangan penegakan hukum, tetapi masyarakat juga menjadi bagian dari sistem keamanan. Bhabinkamtibmas, Polmas, tokoh masyarakat, modal sosial, teknologi, intelijen dan sistem deteksi dini semuanya bisa menjadi bagian dari sabuk itu," katanya.