Adapun hingga September 2026, Antam membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,61 triliun. Pada periode tersebut, pendapatan perseroan naik 23 persen menjadi Rp88,4 triliun dari Rp72 triliun.
Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp83,86 triliun atau setara 95 persen dari total pendapatan. Jumlah tersebut meningkat 21 persen, mencerminkan kuatnya penyerapan emas, bijih nikel, dan bijih bauksit perseroan.
Segmen nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel menyumbang 19 persen terhadap total pendapatan Antam hingga September 2026. Pendapatan dari segmen tersebut mencapai Rp16,98 triliun, meningkat 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,15 triliun.
Sejalan dengan upaya optimalisasi kegiatan penambangan dan pengelolaan operasional, Antam memproduksi bijih nikel sebanyak 12,16 juta wet metric ton (wmt) hingga September 2026, dengan penjualan mencapai 10,73 juta wmt.
Sementara itu, produksi feronikel mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi), didukung stabilitas operasional serta ketersediaan bahan baku yang memadai. Secara kumulatif, penjualan feronikel mencapai 13.971 TNi, meningkat 71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.182 TNi.