NADIKABAR.COM — Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta menilai implementasi batasan harga saham terendah menjadi Rp1 yang hampir bersamaan dengan transaksi short selling, tidak akan berdampak terlalu besar atau cenderung moderat terhadap volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Berpotensi meningkatkan dinamika perdagangan dan volatilitas di level saham, tetapi dampaknya terhadap volatilitas IHSG secara keseluruhan cenderung tidak terlalu besar dalam jangka pendek,” ujar Nafan saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurutnya, kebijakan harga saham terendah menjadi Rp1 pada dasarnya memberikan batas bawah baru bagi pergerakan saham, sementara short selling menambah fleksibilitas bagi investor untuk mengambil posisi ketika melihat adanya potensi penurunan harga.

Dari sisi volatilitas, Ia menyebut kombinasi kedua kebijakan tersebut justru dapat membuat price discovery menjadi lebih aktif, terutama pada saham-saham yang likuiditasnya tinggi dan masuk dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan secara short selling.

"Aktivitas jual tidak lagi hanya berasal dari investor yang melepas kepemilikan, tetapi juga dapat berasal dari investor yang mengambil posisi short,” ujar Nafan.