Ditanya mengenai kendala biaya selama proses perbaikan, Anindito Dwis mengaku sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang peduli. Dukungan dari keluarga hingga kerabat dekat menjadi penguat utama baginya.
"Alhamdulillah saat kejadian kemarin banyak orang-orang baik, banyak kerabat, saudara yang cukup perhatian sama kita, berikan sumbangsihnya. Ada teman juga yang langsung beri bantuan. Rumah itu bukan kecil ya, tapi di situ kita ada Mama dan lain-lain ngumpul di situ," tuturnya.
Tak dipungkiri, kejadian kebakaran rumah memberikan trauma tersendiri buat Anandito Dwis. Proses pembersihan puing-puing sisa kebakaran bahkan membutuhkan puluhan armada truk.
Kehilangan rumah beserta seisinya yang penuh kenangan sempat membuat Anandito sangat terpukul dan cemas. Ia sampai gak bisa tidur.