Model kelembagaan peternak kambing perah Rojo Koyo Utomo menjadi kekuatan dalam membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat karena pangan diproduksi dengan memanfaatkan potensi pakan hijauan di lereng Gunung Merapi. Pakan hijauan dikelola dan diawetkan melalui pembuatan silase sebagai persediaan pakan.
Anang Ismail bersama tim membuat pakan konsentrat secara mandiri menggunakan bahan-bahan bermutu, sehingga dapat menyediakan pakan kepada para peternak kambing dengan lebih terjamin kualitas dan kontinuitasnya sesuai kebutuhan ternak.
Dari sisi pembibitan, Anang Ismail mendorong pemilihan indukan unggul dengan memperhatikan kualitas ternak serta kemampuan produksi. Pengembangan bibit unggul menjadi bagian penting karena kualitas indukan akan menentukan kualitas keturunan dan produktivitas ternak dalam jangka panjang. Untuk pejantan pakai Saanen yang diperoleh dari Australia.
Dengan menggabungkan pengembangan bibit unggul, pakan hijauan lokal, pakan konsentrat serta manajemen pemeliharaan yang baik, Anang Ismail menggerakkan peternak kambing perah untuk membangun sistem produksi pangan yang mandiri, produktif dan berkelanjutan.