NADIKABAR.COM — Iran memajang papan reklame dan spanduk berukuran raksasa di seluruh Teheran yang bertuliskan ancaman untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah ini membawa retorika resmi yang ditampilkan di ibu kota Iran itu ke level baru.

"Kami akan membunuh Trump," demikian bunyi tulisan pada papan reklame raksasa yang menjulang di atas Alun-alun Enghelab yang ramai di Teheran, seperti dilansir AFP, Selasa (3/11/2026).

Papan reklame itu menampilkan gambar Trump berada di balik jeruji besi dengan kepala tertunduk, yang disertai tulisan dalam bahasa Inggris berbunyi "We Will Kill Trump".

Berbagai desain papan reklame dan pajangan baru, yang isinya mengejek serta menjanjikan pembalasan terhadap Trump, telah sangat sering dipasang di sekitar Teheran, sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu, ketika serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di Alun-alun Tajrish yang ramai di Teheran bagian utara, terdapat pameran terbuka yang menampilkan lukisan-lukisan Trump, termasuk satu lukisan yang memperlihatkan wajahnya berlumuran darah di tanah dengan sebuah kaki menginjak kepalanya.

Sebuah lukisan lainnya menggambarkan sebuah bom yang menutupi wajah Trump, yang diduga merujuk pada karya pelukis surealis Belgia, Rene Magritte, tahun 1964 berjudul "The Son of Man".

Tidak jauh dari situ, terdapat replika sel penjara seukuran asli yang dipajang, dengan seorang aktor memerankan Trump menghabiskan waktu seharian di dalamnya. Sebuah layar di dekatnya menampilkan gambar-gambar kerusakan akibat serangan AS terhadap Iran.

Teheran menuduh Trump sengaja menargetkan lokasi-lokasi sipil selama perang, mencakup sebuah sekolah dan acara pernikahan, yang menewaskan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Papan reklame dan mural yang didukung oleh negara itu telah menjadi pemandangan lazim di ruang publik Iran sejak Revolusi Islam tahun 1979. Sarana ini digunakan untuk menghormati sekutu, merayakan tokoh-tokoh militer, dan menyampaikan pesan politik kepada musuh, khususnya AS dan Israel.

Kemunculan papan reklame ini terjadi saat dalam beberapa hari terakhir, upaya diplomatik baru telah dilakukan untuk mendorong Teheran dan Washington agar bernegosiasi demi mencegah berlanjutnya pertempuran. Konflik yang meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah itu telah memicu kenaikan harga secara global.

Trump, yang pada Selasa (3/11) menghadapi pemilu sela AS yang krusial di tengah ketidakpuasan pemilih yang sebagian dipicu oleh perang Iran, menyatakan bahwa kesepakatan "bisa saja terjadi" dengan Teheran.