Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyarankan masyarakat untuk menyimpan persediaan makanan dan air guna mengantisipasi keadaan darurat. Kepada BBC, dia menyatakan hal itu bukan soal kepanikan. Dia mengatakan imbauan merupakan hal yang masuk akal.

"Ini bukan soal kepanikan, melainkan tentang mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk memastikan ketersediaan kebutuhan yang cukup di rumah, agar kita bisa bertahan jika sewaktu-waktu menghadapi situasi sulit," ujarnya.

Awal bulan ini, Direktur Jenderal MI5, Sir Ken McCallum, menyerukan 'upaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat' untuk menghadapi ancaman terhadap infrastruktur nasional. Dia memperingatkan bahwa peretasan dapat melumpuhkan layanan perbankan, penggunaan pesawat nirawak (drone) dapat mengganggu penerbangan, dan serangan siber terhadap rumah sakit dapat berdampak buruk pada layanan kesehatan.

Saat ditanya apakah Inggris akan mampu kembali ke masa yang lebih tenang dan tidak penuh gejolak, Ken menjawab: 'Asumsi perencanaan kami bukanlah bahwa situasi ini hanyalah gangguan sementara yang akan kembali normal pada Natal tahun depan. Kami menyusun perencanaan dengan asumsi bahwa periode stabilitas geopolitik relatif-yang muncul setelah berakhirnya Perang Dingin-sayangnya telah usai, dan kini kita kembali ke era yang jauh lebih penuh persaingan. Kami bersiap dengan pemahaman bahwa risiko-risiko ini akan terus ada'.

Kepala eksekutif Cold Chain Federation, organisasi yang mewakili perusahaan pengangkut bahan pangan dengan suhu terkendali, mengungkapkan Inggris kini menjadi sasaran peretas siber asal Rusia. Para peretas tersebut, menurutnya, mengetahui titik-titik kerentanan dalam sistem pasokan pangan Inggris.