NADIKABAR.COM — Taekwondoin Indonesia Andi Sultan Altaf Mirza gagal mencapai putaran final cabang olahraga taekwondo nomor poomsae Asian Games 2026 di Toyohashi Gymnasium, Toyohashi, Aichi, Kamis.
Andi gagal melenggang ke final setelah menempati peringkat keenam babak semifinal, demikian catatan Asian Games.
Ia mampu mengemas skor 8.69000 dan berada di bawah Navin Pintahsute (Thailand), Zong Han Darren Yap (Singapura), Jeus Gabriel Derick (Filipina), Hsiang-shuo Ke (Taiwan), dan Morteza Zendehdelkomishani (Iran).
Andi dapat mengungguli dua taekwondoin di peringkat akhir semifinal yaitu Stanislav Kim (Kazakhstan) dan Yubraj Rana (Nepal).
Hanya empat peringkat teratas yang berhak melaju ke final dan bersaing dengan empat posisi teratas dari semifinal lainnya yaitu Kyusung Yun (Korea Selatan), Ken Haw Chin (Malaysia), Nguyen Xuan Thanh (Vietnam), dan Lui Ching Nam (Hong Kong).
Selanjutnya pada partai final, medali emas didapatkan taekwondoin Korea Selatan Kyusung Yun dengan skor 9.3800, lalu medali perak menjadi miliki Navin Pinthasute (9.2800), sedangkan medali perunggu diamankan Jeus Gabriel Derick Yape dan Zong Han Darren Yap.
Berdasarkan keseluruhan skor, Andi menempati peringkat enam se-Asia dengan skor 8.6900 dan pencapaian itu menjadi modal penting atlet berusia 19 tahun tersebut untuk berusaha menembus Olimpiade Los Angeles 2028.
Sebelumnya Andi menjadi bagian tim nasional taekwondo Indonesia yang berlaga pada Asian Games 2026 menggantikan posisi Muhammad Rizal yang cedera.
Selanjutnya Taekwondo Indonesia masih menyisakan dua atlet di Asian Games 2026 yaitu Muhammad Raihan Fadhila pada kategori putra 80kg dan Kavka Zhafif Putrawirata pada kategori putra 68kg.