NADIKABAR.COM — Juru bicara Partai Gerindra Andre Rosiade meminta kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto diusut tuntas. Andre meminta publik tidak teralihkan isu soal pergantian Wapres RI.

"Kami menyayangkan kenapa alat negara bisa menyadap pemimpin negara. Ini memprihatinkan dan terindikasi makar," kata Andre Rosiade, Kamis (5/11/2026).

Andre menegaskan kasus penyadapan terhadap Prabowo di mana tersangkanya adalah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso, harus dibuka seterang-terangnya. Andre menyebut masyarakat jangan teralihkan fokusnya ke isu yang tidak benar.

Isu itu, kata Andre, menyebutkan bahwa Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akan naik menjadi RI 2 menggantikan Gibran Rakabuming. Andre menyebut isu ini sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami meminta kasus ini diusut tuntas dan dibuka terang benderang. Kami meminta masyarakat tidak terpengaruh pengalihan isu bahwa Bang Dasco diisukan menjadi wapres. Masyarakat fokus, jangan mau dialihkan isu Bang Dasco menjadi wapres," ujar Andre.

"Mari kita fokus membuka kasus ini secara terang benderang apalagi ada dugaan makar. Lawan pengalihan isu," tegasnya.

Mensesneg Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026), menyebutkan Prabowo telah memecat Sigit dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

"Bapak Presiden telah menandatangani keputusan presiden mengenai pemberhentian Saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan," ujar Prasetyo.

Prasetyo kemudian menyebut perbuatan tersebut mengarah ke makar. Meski demikian, dia memastikan kasus ini tidak memengaruhi pelayanan ke masyarakat.

"Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini mengarah ke perbuatan makar, juga mengarah ke perbuatan yang membahayakan keselamatan kepentingan negara, termasuk membahayakan keselamatan pimpinan negara," ujarnya.