"Atas nama Pemerintah Nagari Duku banyak mengucapkan terima kasih kepada Bapak Anggota DPR RI, kebanggaan kami, Bang Andre Rosiade, dan juga kepada Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pusat," kata Eridal.

Dia juga meminta bantuan untuk pengerasan akses menuju pandam kuburan milik sejumlah suku di Nagari Duku, yakni Suku Tanjung, Jamba, Melayu, dan Caniago, yang membutuhkan rabat beton sekitar satu kilometer.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok 1 hampir mencapai progres fisik dan keuangan 100 persen. Meski demikian, sejumlah pekerjaan penyelesaian masih dilakukan di lapangan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Jembatan tersebut berada di bawah PPK 2.4 Provinsi Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

Elsa menjelaskan, jembatan tersebut merupakan salah satu jembatan gantung yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Pesisir Selatan pada 2024. Pekerjaan pembangunan memiliki masa pelaksanaan 240 hari kalender dengan nilai kontrak terakhir Rp10,55 miliar. Secara teknis, jembatan memiliki bentang 100 meter dan lebar jalur 1,80 meter, dengan bangunan atas berupa rangka baja tipe rigid simetris tiga panel.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan Jaferi juga hadir dalam peninjauan tersebut. Kehadiran jajaran pemerintah daerah, BPJN Sumbar, pemerintah kecamatan dan nagari menunjukkan koordinasi lintas pemerintahan dalam memastikan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat berjalan hingga tuntas.

Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok 1, masyarakat Duku dan kawasan sekitarnya kembali memiliki akses penghubung yang lebih aman. Infrastruktur tersebut juga diharapkan tidak sekadar memulihkan akses pascabencana, tetapi ikut mendorong aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat Kampung Tarusan dan Duku. Bagi Andre, penyelesaian jembatan ini menjadi bagian dari komitmennya mengawal aspirasi masyarakat Sumatera Barat hingga benar-benar terealisasi di lapangan.