Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Kementerian Pekerjaan Umum Elsa Putra Friandi membenarkan alokasi pembangunan Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato tersebut. Paket pekerjaan memiliki nilai Rp26,8 miliar dengan skema MYC 2026-2027 dan panjang penanganan 3,6 kilometer.
Dukungan terhadap infrastruktur Sawahlunto tersebut menambah daftar pembangunan yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan pelayanan publik di kota tersebut. Pemerintah Kota Sawahlunto juga tengah menjadikan penguatan infrastruktur dan pariwisata sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.
Andre mengatakan, pembangunan di Sawahlunto tidak berhenti pada jalan dan kawasan kota lama. Ia juga menyebut sejumlah agenda lain yang menurutnya akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi daerah, termasuk pengembangan aset PT Bukit Asam, rencana pengaktifan kembali jalur kereta api di Sumatera Barat serta berbagai program pembangunan infrastruktur yang didukung pemerintah pusat.
"Kita ingin pembangunan ini terasa langsung oleh masyarakat. Bukan hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu hadir menjadi jalan, kawasan kota yang tertata dan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan masyarakat," kata Andre.
Dengan demikian, pembangunan Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato senilai Rp26,8 miliar melalui IJD dan rencana revitalisasi Kota Tua senilai Rp60 miliar menjadi dua agenda besar yang disorot Andre dalam kunjungannya ke Sawahlunto. Keduanya diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mengembangkan potensi sejarah dan pariwisata kota tambang tersebut.