Kajian tersebut juga memetakan rencana pengembangan jalur Padang Panjang-Singkarak serta Solok-Sawahlunto dengan panjang gabungan sekitar 66,4 kilometer. Maka total rencana reaktivasi mencapai sekitar 81,7 kilometer, di luar segmen Singkarak-Solok sepanjang 13,76 kilometer yang disebut telah direaktivasi dalam dokumen tersebut.
Menurutnya, data itu menggambarkan besarnya potensi pengembangan kembali jaringan perkeretaapian di Sumbar. Meski begitu, pelaksanaan setiap segmen tetap mengikuti tahapan dan keputusan resmi pemerintah serta pihak terkait.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra ini menilai pengaktifan kembali jalur kereta api tak hanya bertujuan menghidupkan jalur lama. Namun, juga membuka lebih banyak pilihan transportasi bagi masyarakat. Selain itu, transportasi berbasis rel diharapkan memperkuat hubungan antardaerah serta mendukung sektor ekonomi dan pariwisata.
Lebih lanjut, Andre mengatakan sejumlah proyek infrastruktur lain yang menjadi perhatian di Sumbar, di antaranya pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, pengembangan jalan tol, dan rencana pembangunan jalan lingkar Bukittinggi.