NADIKABAR.COM — Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Muhdi menekankan perguruan tinggi negeri (PTN) untuk membatasi kuota penerimaan mahasiswa baru sesuai dengan kemampuan kampus tersebut.
"Saya kira ini keluhan perguruan tinggi swasta (PTS) di mana-mana bahwa perguruan tinggi negeri banyak yang menerima mahasiswa berlebihan atau melampaui kapasitas," katanya di Semarang, Jumat.
Muhdi belum lama ini mengumpulkan jajaran pimpinan PTS di Jawa Tengah untuk membahas dampak perubahan desil penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), termasuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi.
Di antara 10 PTS tersebut, yakni Universitas PGRI Semarang (Upgris), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Semarang (USM), Universitas Ngudi Waluyo, dan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris).
Sebagai mantan rektor PTS, ia memahami bagaimana sulitnya PTS saat ini untuk mencari mahasiswa baru, seiring dengan banyaknya kuota mahasiswa baru yang dibuka PTN.