"Biar anak muda tahu bahwa batik tidak identik dengan kondangan atau orang tua," katanya.
Dia mengatakan kegiatan tersebut diikuti 57 peserta, melebihi target awal 50 peserta.
Menurut dia, peserta tidak hanya berasal dari Banyumas, juga sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta hingga Tangerang.
Dia mengharapkan kegiatan yang sebelumnya pernah digelar pada 2021 tersebut dapat kembali diselenggarakan setiap tahun.
Tirsa mengakui peminat batik khas Banyumas termasuk Batik Hadipriyanto dari wilayah Banyumas masih lebih sedikit dibandingkan dari luar daerah, sehingga diperlukan kegiatan promosi dan sosialisasi yang lebih luas.