Firnando juga mendorong agar rencana pembentukan BUMN tersebut disiapkan dengan memperhatikan aspek teknologi, efisiensi, daya saing, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan investasi.

Menurut dia, keberhasilan BUMN tekstil baru tidak cukup diukur dari berdirinya perusahaan, tetapi dari kontribusinya terhadap pemulihan industri dan penciptaan lapangan kerja.

Ia berharap BUMN tersebut dapat mengoptimalkan potensi industri yang sudah ada, menyerap kembali pekerja yang terdampak PHK, mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, serta meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar domestik dan global.